• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Laporan Observasi Landasan Pendidikan

 on Jumat, 06 Juni 2014  


Oleh : Elmi Hanjar Bait

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
            Anak-anak pada tingkat usia SD merupakan individu dengan wujudkepribadian yang masih utuh, segar, polos, dan bersih. Hal ini disebabkan karena mereka masih dalam proses pertumbuhan,perkembangan dan proses pencarian jati diri. Selain itu anak usia SD memiliki ciri dan karakter yang berbeda-beda, dimana mereka mengalami perubahan pada fisiknya yang disebut proses pertumbuhan, sedangkan proses perubahan pada psikisnya disebut proses perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan memiliki kaitan yang sangat erat karena keduannya berlangsung secara berkaitan.
            Setiap anak harus mencapai perkembangan sesuai dengan tingkatannya. Dimana untuk mencapai itu semua anak-anak harus diperhatikan dan dibimbing oleh orangtua, guru serta orang dewasa. Sebagai calon pendidik, kita harus mengetahui dan memahami apa sajatugas-tugas perkembangan anak usia SD. Memahami prinsip-prinsip perkembangan anak akan membantu pendidik untuk lebih memahami tentang perbedaan-perbedaan yang dimiliki setiap anak. Dengan begitu, pendidik akan lebih mengetahui sejauh mana kemampuan dan kepintaran anakpada usia SD dalam belajar.

B. Tujuan
            Adapun tujuan pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut :
    1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Landasan Pendidikan
    2. Mengetahui dan memehami perkembangan umum anak usia Sekolah Dasar (SD)
    3. Mengetahui dan memahami tugas-tugas perkembangan anak usia Sekolah Dasar (SD)
    4. Mengetahui bagaimana proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD)
    5. Memahami karakteristik anak usia Sekolah Dasar (SD)

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Definisi Perkembangan

Perkembangan adalah tahapan-tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya. Bayi yang baru lahir adalah hasil atau produk dari dua keluarga. Dari sejak saat pembuahan dan seterusnya, kehidupan baru itu akan terus berlangsung karena pengaruh dari banyak stimulus dan lingkungan yang berbeda-beda. Dengan demikian terbentuklah pola sifat-sifat tingkah laku yang khas.
Dalam mempelajari perkembangan manusia diperlukan adanya perhatian khusus mengenai proses pematangan, khususnya pematangan fungsi kognitif, proses belajar dan pembawaan atau bakat. Ketiga hal tersebut berkaitan erat satu sama lain dan saling berpengaruh dalam perkembangan kehidupan manusia.  Selain itu anak memerlukan bimbingan dari orang tua, guru beserta orang dewasa agar proses tersebut tercapai dengan baik.
Setiap anak yang menjalankan proses perkembangan tersebut pastinya memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dicapainya. Tugas tersebut tidak muncul begitu saja atau dengan sendirinya disadari oleh individu yang sedang berkembang, tetapi tugas tersebut dirumuskan oleh orang dewasa, pendidik yang bertanggung jawab atas setiap fase perkembangan agar individu dapat mencapai perkembangan yang sebaik-baiknya. Setiap fase perkembangan mempunyai karakteristik tersendiri yang dapat membedakannya dengan fase yang lainnya. Setiap fase perkembangan akan diikuti oleh perubahan fisik maupun psikis individu yang sedang berkembang.


B. Tugas-tugas Perkembangan Anak

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, anak pada usia tingkat SD memiliki tugas perkembangan sebagai berikut:

1.      Belajar keterampilan yang di perlukan
2.      Mengetahui permainan yang biasa
3.      Membangun sikap secara keseluruhan terhadap diri sendiri
4.      Belajar dengan teman sebaya untuk memperoleh kemajuan
5.      Mempelajari peranan sesorang menurut jenis kelamin
6.      Mengembangkan keterampilan-keterampilan mental seperti membaca, menulis, dan    menghitung
7.      Mengembangkan konsep-konsep yang penting dalam kehidupan sehari-hari
8.      Mengembangkan kata hati, moral, dan ukuran nilai-nilai
9.      Mengembangkan sikap kearah kelompok sosial dan institusi sosial lainnya

BAB III
PEMBAHASAN

Setelah melaksanakan observasi langsung dengan sampel siswa-siswi SD kelas IV di SD Negeri 3 Ciuyah, tugas-tugas perkembangan anak pada usia SD tersebut akan dijelaskan secara rinci berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan.

1.      Belajar ketrampilan yang diperlukan
Setiap anak pasti mempunyai keterampilan tersendiri dalam hidupnya, dimana bakat keterampilan yang dimiliki oleh seorang anak dengan anak lainnya berbeda. Keterampilan yang di kembangkan oleh anak tersebut diperoleh dari hasil bantuan orang-orang terdekatnya, di bekali dan di kembangkan oleh anak sejak usia dini. Murid-murid di SD biasanya dibekali keterampilan lewat pelajaran yang berhubungan dengan kesenian dimana didalamnya memuat keterampilan-keterampilan yang harus di kembangkan oleh anak sekolah.
Melalui pelajaran kesenian, guru sering meminta para siswa untuk membuat hasta karya, menggambar suatu objek yang mereka anggap bagus atau indah di pandang. Sebelum membuatnya guru mengajarkan tentang bagaimana cara membuat hasta karya seni dan menggambar, kemudian menunjukan hasil karya seni yang sudah jadi. Setelah itu guru menugaskan murid untuk membuat karya seni itu.
Begitulah cara yang diberikan guru di sekolah untuk mengembangkan keterampilan siswanya. Hal ini dimaksudkan agar tugas perkembangan anak tentang keterampilan dapat tercapai. Dimana siswa meempunyai keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya di masa yang akan datang.
Lain halnya dengan sekolah yang mempunyai fasilitas komputer, biasanya keterampilan yang harus dikembangkan oleh siswa yaitu keterampilan memnggunakan komputer. Hal ini di maksudkan agar siswa memiliki keterampilan yang dapat di gunakan untuk masa yang akan datang.
Keterbatasan fasilitas yang tidak memadai dapat menjadi salah satu penghambat dalam memngembangkan keterampilan paraa siswa. Namun seorang guru tidak boleh menyerah dalam mengembangkan keterampilan pada anak dikarenakan hanya kekurangan fasilitas. Untuk mengatasi fasilitas yang kurang memadai guru juga bisa memanfaatkan sesuatu yang ada di lingkungan sekitar,menciptakan sesuatu yang menarik sehingga bisa menjadi objek pengganti dari fasilitas yang kurang memadai.

2.      Mengetahui permainan yang biasa
Anak selalu ingin bermain dan bermain. Naluri bermain anak sangat kuat terutama di usia tingkat SD. Anak yang selalu ingin bermain pasti sering melakukan permainan yang di sukainya. Anak-anak yang suka bermain pasti mengetahui permainan yang biasa dimainkan oleh anak kecil. Hal ini dapat terlihat ketika jam istirahat telah tiba, anak-anak berbondong-bondong keluar kelas dengan senang hati dan bermain dilapangan di depan sekolah mereka. Hal ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Dari gambar tersebutterlihat jelas bahwa anak-anak memanfaatkan fasilitas lapangan sekolah mereka untuk dijadikan tempat bermain oleh anak-anak sewaktu istirahat. Disini terlihat anak memainkan permainan yang sudah menjadi turun temurun atau yang biasa di mainkan.
Apabila ada anak yang tidak bermain sesuai dengan jenis kelaminnya atau memainkan permainan yang bukan untuk mereka seperti game online pada zaman sekarang yang sudah banyak mempengaruhi anak-anak sebaiknya sebagai guru atau orangtua hendaknya memberitahukan kepada mereka bahwa permainan seperti itu tidak baik bagi mereka, hanya akan merusak diri mereka. Sebagai guru dan orangtua hendaknya mengontrol dan memperhatikan apa saja permainan yang dimainkan oleh anak agar tidak terpengaruh dalam pengembangan kepribadian mereka nantinya.

3.      Membangun sikap secara keseluruhan terhadap diri sendiri
Sebagai guru pendidik selain bertugas mendidik para siswanya, guru juga harus membimbing anak didiknya menuju kedewasaannya. Seorang anak tidak boleh terus dimanja, karena hal itu akan membuat anak menjadi tidak mampu menghadapi masalah hidup yang sewaktu-waktu bisa menimpa anak tersebut. Anak harus diajarkan dan dibiasakan agar bersikap mandiri. Terkadang banyak orang tua yang terlalu memanjakan anak sampai-sampai anak tersebut bersikap manja disekolahnya. Anak-anak harus diajarkan mandiri tidak hanya di rumahnya saja tapi di sekolahpun harus dibiasakan seperti itu. Di sekolah pendidik merupakan orang tua yang harus mengajarkan anaknya menuju kepada hal-hal yang baik. Anak harus dibiasakan untuk mampu melakukan sesuatu tanpa meminta bantuan orang lain selama masih di dalam batas yang wajar.
Ketika ada kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah, anak-anak yang sudah bisa mandiri akan mengambil peralatan gotong royong dengan sendirinya di gudang lalu mulai membersihkan lingkungan sekolahnya tanpa harus diperintah oleh gurunya hal ini disebabkan karena anak tersebut sudah di ajarkan untuk membangun sikap peduli. Walaupun begitu masih ada saja siswa yang bandel dan tidak ikut membersihkan tapi malah bermain-main. Sebagai  guru, kita tidak boleh diam saja tetapi menegur murid dan menasehati anak tersebut untuk ikut membantu teman-temannya membersihkan lingkungan sekolah. Setelah kegiatan gotong royong selesai, anak-anak akan menyimpan kembali peralatan kebersihannya di gudang.

4.      Belajar dengan teman sebaya untuk memeperoleh kemajuan
Selain bisa bermain dengan teman sekelas, anak-anak juga bisa belajar kelompok dengan teman sekelasnya. Bahkan anak-anak akan lebih cepat akrab dengan teman sebayanya. Hal ini disebabkan karena mereka bertemu setiap hari, mereka juga melakukan hal-hal yang baru secara bersamaan sehingga membuat mereka lebih cepat akrab. Hal tersebut dapat dilihat ketika waktu istirahat, ada sekelompok anak sebaya berbondong-bondong membeli binatang laut sejenis siput laut. Mereka mengamati dan memperhatikan binatang itu bersama-sama dengan teman-teman yang lain. Mereka mengamati semua hal yang berkaitandengan hewan tersebut. Bahkan mereka meneliti bersama-sama tentang bagaimana hewan itu hidup, apa makanan hewan itu, dimana hewan tersebut tinggal sehingga apa yang mereka amati dapat menambah wawasan pengetahuan mereka. Disini peran gurupun tidak tinggal diam, guru ikut membantu meneliti dan mengajari mereka tentang hal-hal yang belum mereka ketahui. Guru ikut membantu anak-anak agar memperoleh suatu kemajuan. Penelitian hewantersebut menambah pengetahuan bagi mereka sehingga mereka mengalami kemajuan dalam belajar.


5.      Mempelajari peranan seseorang menurut jenis kelamin
Ketika anak berusia tingkat SD, anak sudah harus diajarkan tentang peran mereka masing-masing sejak dini. Begitupun dalam mempelajari dan memahami peranan orang lain harus disesuaikan  dengan jenis kelamin si anak itu sendiri. Anak-anak sudah bisa membedakan perannya dengan lawan jenisnya.
Hal ini terlihat pada gambar, dimana anak laki-laki berperan sesuai jenis kelaminnya. Dari gambar di atas menjelaskan tentang siswa laki-laki yang sedang mengangkat kursi untuk dibawa keluar yang tidak mungkin diangkat oleh siswa perempuan.
Guru juga harus mengajarkan anak laki-laki untuk berperan sebagai pemimpin seperti menjadi ketua kelas, dimana laki-laki yang nantinya akan memimpin keluarganya, melindungi ibunya ketika sudah besar nanti. Sedangkan pada perempuan, guru mengajarkan untuk piket membersihkan kelasnya pulang sekolah, agar nantinya bisa membantu orangtuanya dirumah dan menjadi perempuan yang terampil.

6.      Mengembangkan keterampilan-keterampilan mental seperti membaca, menulis, menghitung
Pada saat anak memasuki SD, anak tersebut diajarkan bagaimana cara menulis, membaca dan menghitung. Anak tersebut dilatih terus menerus hingga mereka memiliki keterampilan mahir seperti membaca, menulis dan menghitung. Pada anak SDyang sudah memasuki kelas tinggi harus sudah mempunyai keterampilan membaca, menulis, dan menghitung dengan lancar. Mereka diharuskan sudah bisa membaca dengan lancar dengan memperhatikan tanda baca dan intonasi yang jelas. Selain itu mereka juga harus sudah bisa mengarang atau membuat cerita pendek. Dan mereka juga harus bisa menghitung dan menerapkan ilmu hitung itu dalam kehidupan sehari-hari.
Gambar disamping merupakan salah satu contoh anak yang sudah bisa berhitung, anak tersebut diminta oleh gurunya untuk mencari jawaban dari soal yang diberikan oleh gurunya dan anak tersebut bisa menyelesaikannya.
Namun tidak semua anak bisa menguasai semua hal tersebut. Ada saja siswa yang belum bisa menguasai dan belum mengerti itu semua.
Oleh karena itu, guru sebagai seorang pendidik harus membantu siswanya agar mampu menguasai keterampilan-keterampilan tersebut. Dalam rangka mengembangkan keterampilan seperti itu, langkah seorang guru harus memperhatikan semua muridnya, melakukan pendekatan kepada muridnya dan menanyakan batasan-batasan dari anak tersebut agar nantinya anak tersebut menjadi lebih mengerti dan memiliki keterampilan tersebut.  

7.      Mengembangkan konsep-konsep yang penting dalam kehidupan sehari-hari
Dalam menjalani kehidupan, ada konsep-konsep penting yang harus diperhatikan oleh setiap individu.  Konsep tersebut harus ditanamkan dalam masing-masing hidup individu agar nantinya menjadi sebuah kebiasaan yang membawa kebaikan. Salah satu konsepnya yaitu sikap disiplin. Sikap disiplin harus ditanamkan dan dikembangkan oleh individu sejak usia dini, hal ini dimaksudkan agar anak terbiasa disiplin dalam menjalani kehidupannya setiap hari. Sikap disiplin adalah suatu sikap dimana seseorang melakukan suatu hal tepat pada waktunya, sesuai pada tempatnya, dilakukan dan juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap disiplin harus diterapkan baik di rumah maupun di sekolah. Dirumah anak akan di bimbing oleh orang tua, sedangkan di sekolah anak dibimbiung oleh gurunya. Siswa harus disiplin dalam melaksanakan setiap kegiatannya. Misalnya si anak dibiasakan untuk bangun pagi agar tidak terlambat datang kesekolah, mentaati dan melaksanakan aturan-aturan yang berlaku disekolahnya.
Jika ada siswa yang tidak disiplin sebagai guru hendaknya menasehati siswa tersebut dengan baik, menanyakan alasan mengapa siswa itu tidak mau disiplin. Jika sudah diperingati berkali-kali tapi tidak ada kemajuan atau kesadaran pada anak itusebaiknya anak tersebut diberi hukuman dan menghukumnya sesuai dengan kesalahannya tapi tidak melebihi batas dan masih dalam taraf yang sewajarnya. Hal itu dilakukan agar siswa tersebut menyadari kesalahannya dan tidak akan mengulangi kesalahan tersebut serta merubah sikapnya agar berubah menjadi disiplin terhadap aturan yang telah ditentukan.


8.      Mengembangkan kata hati, moral, dan ukuran nilai-nilai
Anak pada usia dini sebaiknya diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai moral yang baik. Karena ketika mereka sudah diajarkan dari kecil akan terbiasa nantinya hingga mereka dewasa. Selain itu pada saat usia dini anak-anak sangat bagus diajarkan untuk kebaikan, mereka akan mudah terpengaruh bila dipengaruhi oleh hal-hal apapun,baik itu yang bersifat bagus ataupun buruk. Oleh karena itu hati anak yang belum mengetahui apa-apa sebaiknya diajarkan dengan kebaikan dan dikembangkan dalam kehidupan mereka yang berisikan moral yang baik, nilai-nilai norma agama dan masyarakat.
Anak harus diajarkan sifat-sifat yang baik dan benar mulai dari lingkungan keluarga kemudian dilanjutkan dilingkungan sekolah. Dilingkungan keluarga, anak dididik oleh orang tua, saudara dan masyarakat. Dilingkungan sekolah anak dididik oleh guru. Selain sebagai pengajar dan pendidik, guru juga berperan sebagai orang tua kedua setelah orang tua dirumah. Anak harus diajarkan nilai-nilai yang baik seperti : harus selalu jujur tidak boleh bohong, harus saling tolong menolong dan membantu orang lain, bersikap baik pada orang lain, bersikap sopan terhadap yang lebih tua, menghargai orang lain, menjenguk teman yang sedang sakit, dan lain sebagainya. Jika anak sudah mampu mengembangkan hal-hal seperti itu, maka berarti dia telah mampu mengembangkan kebaikan moralnya.

9.      Mengembangkan sikap ke arah kelompok sosial dan institusi sosial lainnya.
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia memerlukan bantuan orang lain dalam hidupnya dan selalu bergantung pada orang lain. Oleh karena itu anak harus dididik semenjak usia dini agar selalu berinteraksi dengan orang lain. Hal itu dilakukan agar anak  mampu hidup bermasyarakat dengan orang lain.
Dilingkungan sekolah anak di didik oleh gurunya. Langkah guru dalam mengajarkannya melalui kerja kelompok atau diskusi. Haltersebut akan membiasakan siswanya untuk selalu berinteraksi dengan teman-temannya. Selain mengajarkan interaksi, kegiatan itu juga mengajarkan tentang kerjasama antar teman.



BAB IV
KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
Tugas-tugas perkembangan anak berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukan pada fase-fase tertentu dalam perkembangan anak. Didalam tugas perkembangan ini, orang tua, pendidik, lingkungan, dan diri anak sendiri mempunyai peranan yang menentukan dalam rangka menyelesaikan tugas perkembangan tersebut. Tetapi yang sangat penting adalah peranan pendidik berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukannya dalam tugas pendidikan.

B.     Saran
Tugas-tugas perkembangan dapat menjadi acuan untuk mengetahui apakah seorang anak sudah menguasai atau menyelesaikan tugas perkembangannya atau belum. Oleh karena itu, pendidik harus membantunya agar bisa dikuasai anak. Pada hakikatnya tugas perkembangan anak menjadi tanggung jawab para pendidik dan orang tua.


          

Laporan Observasi Landasan Pendidikan 4.5 5 aaaaa Jumat, 06 Juni 2014 Oleh : Elmi Hanjar Bait BAB I P ENDAHULUAN A. Latar Belakang             Anak -anak pada tingkat usia SD merupakan individu dengan wujud ke...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Product :
J-Theme